Fino dan kawan-kawan baru sampai di perkemahan pada sore hari. Mereka membuat tenda, mengumpulkan kayu bakar, membuat api unggun, dan memancing ikan di sungai. Pada malam hari, mereka semua keluar tenda dan memakan ikan tangkapan mereka. Lalu, mereka semua bernyanyi lagu api unggun, kemudian berbagi cerita yang agak menyeramkan. Semuanya seru dan menyenangkan. Hingga, keesokan harinya, Egie …
Hal yang paling Karin tidak sukai dari rumah Nenek di kampung adalah kamar mandinya yang berada di luar rumah. Karin yang penakut, tentu saja tidak berani ke kamar mandi sendirian. Apalagi, susana perkampungan Nenek sangat sepi. Namun malam ini, Karin terpaksa harus ke kamar mandi sendiri karena mama kecapekan. Lalu, benarkah rumah Nenek semenakutkan itu?
Selama sekolah, Aleta selalu diantar jemput oleh mama. Namun, hari ini mama lama sekali menjemputnya. Kalau terus menunggu mama, sekolah sudah mulai sepi. Mau coba pulang sendiri ke rumah, tapi Aleta takut. Lalu, Aleta harus bagaimana, ya? Nekat pulang sendiri atau menunggu jemputan mama?
Sekeras apapun Bagas berusaha untuk serius belajar, tetap saja nilai akademiknya tidak ada yang menonjol. Walau kadang iri dengan prestasi teman-temannya, Bagas tidak mau menyerah dan akan tetap semangat menggali potensi diri agar kelak bisa berprestasi. Berhasilkan usaha Bagas?
Beberapa hari ini, Safira sengaja menyisihkan uang jajan supaya bisa membeli menu burger yang sangat diinginkannya. Namun, ketika melihat seorang nenek yang kebingungan karena kehilangan dompet, Safira memilih memberikan uang tabungannya itu kepada sang nenek. Dan siapa sangka kebaikan hatinya berbuah manis …
Karin dan Kak Rali membeli slime di warung. Tapi, saat dibuka, ternyata itu bukan slime, melainkan clay! Untungnya, Kak Rali menemukan ide untuk membuat gantungan kunci lucu dari clay itu. Yeay! Karin dan Kak Rali berbarengan membuat desain logo, promosi, dan sebagainya, hingga toko online mereka pun jadi. Alhamdulillah, peminatnya banyak! Kak Rali sampai kewalahan membalas chat-chat yang masu…
Nala banyak sekali mendapat cobaan di sekolah, dia merasa sangat tidak beruntung hari itu. Terlambat masuk kelas sampai dihukum guru, lupa membawa buku tugas, dan harus pulang jalan kaki. Di rumah, Nala teringat pesan ibu, yaitu jangan lupa membaca Al-Quran selesai shalat. Yuk, simak bagaimana Nala menghadapi banyak cobaannya!
Selama ini, Tiara selalu marah jika keinginannya tidak dituruti oleh ayah dan ibu. Namun, semua itu berubah setelah Tiara bertemu dengan Nadin, teman barunya yang tinggal di panti asuhan. Berkat Nadin, Tiara jadi belajar tentang pentingnya bersyukur atas apa yang kita miliki. Oleh karena itu, Tiara ingin membalas kebaikan Nadin dengan memberinya sebuah kejutan …
Semenjak ada adik bayi, Ana merasa Ibu jadi kurang perhatian padanya. Apa-apa selalu Adik yang didahulukan. Ana takut Ibu sudah tidak sayang lagi padanya. Sepertinya kalau Ana pergi dari rumah tanpa pamit pun, Ibu tidak akan khawatir. Tapi, benarkah seperti itu? Atau hanya perasaan Ana?
Karena program pemerintah “Sepekan Tanpa Gawai”, mau tidak mau Kila harus berhenti menggunakan ponsel selama satu minggu. Kila sudah bisa membayangkan betapa bosan hari-harinya tanpa ponsel. Tapi, apa benar tidak ada kegiatan seru yang bisa dilakukan selain bermain ponsel?